Test Footer 1

Efek Buruk Di Balik Patah Hati (Broken Heart)

Pernahkah sobat merasakan jatuh cinta atau patah hati ? Jatuh cinta membuat perasaan seakan berbunga-bunga. Namun saat patah hati, seakan semuanya telah hancur. Saat jatuh cinta, otak manusia akan melepaskan hormon dopamin, dan adrenalin. Sehingga membuat seseorang akan merasakan bahagia, jantung berdebar-debar, lebih bersemangat bahkan mampu meningkatkan nafsu makan. Tapi berbeda dengan yang patah hati, justru akan mengalami hal-hal negatif.  Hal ini disebabkan bagian sensorik otak yang akan mempengaruhi hingga ke bagian otot menjadi nyeri dan pegal-pegal. Saat patah hati kelenjar adrenalin pada tubuh akan bereaksi dan mempengaruhi hormon kortisol serta adrenalin sehingga penderita patah hati akan mudah stres , terkena beragam penyakit bahkan bisa hilang nafsu makan.
Orang yang mengalami patah hati cenderung akan sering merasakan kesedihan yang luar biasa. Patah hati dapat menyebabkan seseorang terkena penyakit broken heart syndrom. Syndrom ini dapat memicu hormon stres hingga mampu melemahkan fungsi otot jantung untuk sementara. Bahkan parahnya jantung akan mengalami kerusakan yang berujung penderitanya bisa terkena serangan jantung. Penderita syndrom broken heart ini bisa merasakan sakit pada bagian dada, kesulitan bernafas, jantung berdetak cepat dan merasa lemah. Syndrom ini ditemukan pada awal tahun 1990-an oleh para peneliti asal jepang. Walaupun berbahaya namun penderita syndrom broke heart ini bisa disembuhkan dengan melakukan perawatan secara rutin.

Mudah terpancing emosi, orang yang  patah hati cenderung akan melakukan hal-hal yang negatif. Kebanyakan melampiaskan ke obat-obatan terlarang seperti narkoba bahkan minum minuman keras. Lebih parahnya orang yang  mengalami broke heart atau patah hati akan nekad membunuh dirinya sendiri seperti kasus-kasus yang sering terjadi yaitu gantung diri karena patah hati, melompat dari atas gedung, memanjat tower yang tinggi, bahkan bisa membunuh kekasih yang sudah memutuskan hubungan asmara tersebut karena stres yang berlebihan.

Lebih mencengangkan lagi broken heart syndrom in bisa menyebabkan kematian. Berkaitan dengan syndrom broken heart dapat melemahkan fungsi jantung, ternyata syndrom tersebut bisa memicu serangan jantung bahkan kegagalan pada jantung jika tidak ditangani dengan segera. Berdsarkan hasil studi Dr. Alexanderlion, patah hati dapat mengggangu fungsi jantung. Patah hati dapat memicu penyakit  tekanan darah tinggi bahkan kanker. Berdsarkan penelitian yang dilakukan di Amerika pada janda dan duda setelah satu minggu patah hati tekanan darah mereka meningkat. Meningkatnya hormon stres dalam darah membuat jantung berdetak lebih kencang  dan pembuluh darah mengecil. Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat mempengaruhi karena patah hati.
Lebih berdampak pada wanita, 95% penderita syndrom broke heart adalah wanita dan 60% dilarikan ke rumah sakit akibat  stres yang luar biasa. Wanita berusia dibawah 55 tahun lebih mudah terkena syndrom broke heart, dibandingkat wanita berusia diatas 55 tahun. Ini bisa jadi karena kebanyakan wanita sering menggunakan perasaannya ketimbang laki-laki yang menggunakan logika saja. Sehingga apabila wanita mengalami hal emosional hormon stres adrenalipun meningkat.

Taukah sobat ? Ternyata  ini mudah berpengaruh pada orang yang sensitif, istilahnya jaman sekarang "Baper" Bawa Perasaan. Orang yang sensitif ini lebih mudah sakit hati dibandingkan orang yang sifatnya normal. Karena itu tadi mudah membawa perasaan. Orang yang lebih mudah sakit hati akan lebih mudah terkena penyakit psikis maupun fisik. Ini berdsar penelitian University California Los Angeles terhadap 122 orang yang menemukan bahwa mereka yang mudah sakit hati memiliki penanda genetik yang sama yaitu gen sakit hati. Gen tersebut mempengaruhi bagian otak yang berfungsi mengontrol rasa sakit sehingga orang yang patah hati akan lebih rentan sakit.
Rasa sakit  bisa mempengaruhi tubuh. Saat seseorang mengucapkan kata putus, secara tidak langsung kata tersebut langsung di respon oleh otak dan dapat merangsang daya tahan tubuh serra hormon adrenalin stres akan bereaksi secara berlebihan. Dimana emosi dalam tubuh secara tidak langsung akan meningkat. Akibatnya sel tubuh akan rusak dan sistem imun yang berfungsi memerangi infeksi menjadi tidak stabil sehingga tubuh pun akan mudah meriang. Bisa membuat jerawat akibat hormon stres yang berlebih, pori-pori tersumbatbhingga timbul jerawat. Rasa sakit pun akan meningkatkan asam lambung ketika seseorang mengalami patah hati. Rambut pun akan mengalami gangguan untuk berhenti tumbuh sementara. bahakan jika tingkat stres agak tinggi, akan terjadi kerontokan rambut yang cukup parah.

Demikian ulasan tadi mengenai Fakta menarik patah hati. Walaupun terkesan biasanya, namun alangkah baiknya ketika mengalami patah hati, segera tangani stres sobat agar tidak berkelanjutan yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Semoga dengan ini bisa menambah wawasan dan bermanfaat buat sobat sekalian.

1 Response to "Efek Buruk Di Balik Patah Hati (Broken Heart)"